Skip to main content

Niatnya Hanya Ingin Mencoba Soto Kudus di Tempat Asalnya, Tapi?

source: http://imkom.co.id/
Di mana sih Kudus ki? 
Ngapain ke Kudus?
Ada apa di Kudus?

Oke, mungkin ada beberapa yang sudah tau, tapi ada juga yang mungkin belum tau di mana letak Kudus dan ada apa aja di sini. Kudus adalah sebuah kabupaten yang berada di provinsi Jawa Tengah, Ibukotanya adalah Kota Kudus. Letaknya sekitar 51 km sebelah timur kota Semarang dan butuh waktu sekitar 1,5 - 2 jam berkendara. 

Kabupaten Kudus dibatasi oleh kabupaten lain yang juga punya wisata dan kuliner yang khas, ada Jepara dengan Pengrajin Kayu Jatinya, Pati dengan Nasi Gandulnya, Demak dengan Nasi Brongkosnya, dan Purwodadi dengan Asem-Asem Dagingnya (kota di mana rumah nenek berada).

Di hari Minggu tanggal 17 Juni 2018, tepatnya H+3 setelah lebaran Idul Fitri, gue untuk sendiri ke Kota Kudus dengan menggunakan motor, berniat mencari sesuatu yang menarik di sana. Padahal sih ya, tujuan utamanya pengen nyobain Soto Kudus langsung di tempat asalnya, hehe... 

Tapi apa iya Kudus hanya punya Soto Kudus aja sebagai kuliner khas dan daya tariknya? Tentunya nggak cui, banyak yang bisa di explore di Kudus ini, berikut list-nya;

1. Kawasan Wisata Colo Kudus
2. Air Terjun Montel
3. Air Terjun Gonggomino
4. Air Terjun Ternadi
5. Air Terjun Kedung Gender
6. Museum Kretek
7. Menara Kudus
8. Desa Wisata Rahtawu
9. Air Tiga Rasa Rejenu
10. Dll (banyak banget, nggak bisa gue sebutin semua di sini)
source: http://viaanggreani049.blogspot.com
Begitu juga kulinernya mulai dari;
1. Soto Kudus (berbagai macam nama Pak dan Bu)
2. Soto/Sate/Sop Kerbau (juga berbagai nama)
3. Sate Kerbau
4. Sop Kerbau
5. Pindang Ayam
6. Nasi Opor Panggang
7. Lentog Tanjung
8. Tahu Telor
9. Garang Asem
10. Dll (Banyak juga macemnya yang bisa diicip)
source: https://yasiryafiat.wordpress.com/

Dari sekian banyak spot wisata yang bisa didatangi dan sekian banyak wisata kuliner yang bisa diicip (menarik banget itu semua kulinernya beneran!), gue hanya punya satu hari aja dan nggak mungkin kalau pergi ke semua tempatnya. Akhirnya, memilih 3 spot wisata dan nyobain 3 kuliner khas di kabupaten Kudus. 

Apa aja? Yuk, cek di postingan selanjutnya..

Comments

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…