Skip to main content

Mau Beli Tiket Kereta Api Murah? Di Mana dan Bagaimana Caranya? Ini Tips Dari Gue!



Traveling menggunakan kereta itu sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Itulah kesan yang pertama kali gue rasakan ketika traveling ke luar kota naik kereta. Jika gue bandingkan saat menaiki bus, kereta terasa jauh lebih menyenangkan. Kenapa? Pertama, saat di perjalanan, di dalam kereta kita bisa berjalan-jalan di antar gerbong untuk menghilangkan rasa bosan yang mungkin melanda, kereta punya ruang atau tempat duduk yang lebih lega, kecepatan kereta juga stabil yang membuat kita nggak gampang pusing, kita pun bisa beristirahat lebih nyaman karena kereta api jarang berhenti, apalagi nggak sering berhenti mendadak yang terkadang membuat kita gampang jadi mual dan mabuk perjalanan.

Semenjak pengalaman pertama tersebut, sekarang gue jadi lebih suka traveling jarak dekat atau jarak jauh dengan menggunakan kereta api. Bagi kalian yang tinggal di wilayah Jawa, kereta api bisa jadi alternatif terbaik untuk transportasi yang bebas macet dan murah. Ya, tiket kereta murah adalah alasan lain mengapa transportasi yang satu ini banyak dipilih oleh masyarakat tidak terkecuali oleh gue pribadi.

Selain karena alasan tiket kereta murah, gue rasa tingkat kenyamanan yang diberikan kereta api menjadi alasan selanjutnya mengapa banyak orang memilih transportasi yang satu ini untuk bepergian. Gue pun berpikir begitu, setelah pesawat, sulit rasanya menemukan moda transportasi yang benar-benar nyaman dan tidak membuat kita terlalu lelah selama berada di perjalanan.

Jika suatu saat lo punya rencana untuk traveling, gue sarankan menggunakan kereta api aja. Nah, supaya bisa dapat tiket kereta murah, gue punya beberapa tips, di antaranya:

Beli Tiket Kereta di Toko Online

Ada tiga alasan utama mengapa gue merekomendasikan lo membeli tiket kereta di toko online yaitu:

  1. Harga tiket kereta di toko online lumayan murah. Walaupun mungkin banyak di antara lo yang nggak setuju, karena setelah membanding-bandingkan harga tiket kereta di toko online maupun di aplikasi online travel agent (OTA), harga tiket kereta api di olshop maupun di OTA tidak jauh berbeda bahkan sama saja. Lalu di mana letak murahnya?
  2. Beli tiket kereta bisa jadi lebih murah di toko online apabila kita bisa dapat voucher promo, diskon, atau cash back, yang sebenarnya tidak sulit untuk didapatkan. Cara paling mudah mencari tiket kereta promo di online shop adalah dengan mengunjungi halaman promo. Misalnya jika menggunakan membeli di Bukalapak kita bisa langsung ke bukalapak.com/promo. Atau bisa juga dengan berlangganan newsletter serta follow akun sosial media mereka.
  3. Tidak perlu menginstal terlalu banyak aplikasi. Seperti yang gue ceritakan di atas, sebenarnya harga tiket kereta di toko online maupun di OTA tidak terlalu jauh berbeda bahkan sama saja. Daripada repot-repot menginstal terlalu banyak aplikasi, akan lebih mudah dan lebih simpel rasanya jika kita menggunakan satu aplikasi saja untuk banyak hal.
  4. Seperti aplikasi toko online misalnya, yang bisa digunakan untuk berbelanja berbagai produk, beli token listrik maupun pulsa seluler, serta bisa juga dimanfaatkan untuk membeli tiket.
  5. Bisa reservasi H-90. Jika ingin beli tiket kereta murah, gue anjurkan kamu membeli jauh-jauh hari sebelumnya. Di toko online, kita bisa membeli tiket 90 hari sebelum hari keberangkatan.

Rekomendasi Toko Online Tempat Beli Tiket Kereta Murah

Bukalapak adalah salah satu olshop favorit yang sering gue kunjungi ketika ingin membeli berbagai macam produk dan kebutuhan sehari-hari termasuk juga ketika gue akan membeli tiket kereta murah. Toko online yang satu ini cukup berkesan buat gue karena sering memberikan promo, cash back, dan diskon dalam bentuk voucher yang bisa di cek ketersediaannya di halaman bukalapak.com/promo.

Comments

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…