Skip to main content

Airy Eco Anggrek Serat, BSD: Harga Rp100.000 Nggak Akan Kecewa Menginap Di Sini!

Airy Eco Anggrek Serat, BSD

Bukan pertama kali gue nginep di Airy Rooms, tetapi baru pertama kali gue nginep di salah satu tipe kamar paling affordable punya Airy Rooms, namanya adalah Airy Rooms Eco. 

Gue memutuskan menginap di Airy Eco Anggrek Serat yang berlokasi di BSD. Tepatnya di Jalan Anggrek Serat Blok AH No.15, BSD, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. 

Harga permalam di Airy Eco Anggrek Serat berkisar antara Rp149.000 – Rp129.000. Tapi senangnya ketika gue dapet kode promo dari pemesanan tiket salah satu konser jazz di Depok. Jadi gue dapet harga Rp100.000 aja permalamnya, mantul kan!

Airy Eco Anggrek Serat: Lokasinya Pas!
Satu hal yang paling gue suka dari penginapan Airy Eco Anggrek Serat ini adalah lokasinya yang strategis karena berada di pusat keramaian BSD. 

Airy Eco Anggrek Serat, BSD
dari luar bentuk bangunannya kayak gini, oke juga..
Jalan kaki aja sekitar 300-meter, lo bakal langsung berada di pusat kuliner BSD, mulai dari kantin, all you can eat restaurant, kopi kekinian, sampai kafe-kafe buat santai atau ngobrol bareng temen.

Jalan kaki tambah 300-meter lagi, lo udah sampai di minimarket, restoran es teler, halte bis, sampai rumah sakit besar di BSD. Sumpah, kalau lokasi, Airy Eco Anggrek Serat juara dah!

Airy Eco Anggrek Serat, BSD
nggak perlu bingung, liat aja plang Airy-nya
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
di dalem komplek, sepi, nyaman banget
Asyiknya lagi yang gue rasain adalah kalau malem itu sepi dalam arti positif ya. Nggak bising sama kendaraan yang lewat, karena Airy Eco Anggrek Serat berada di dalam sebuah komplek/cluster yang ada security jaga 24jam.

Airy Eco Anggrek Serat: Nyaman Sesuai Harga
Gue check-in sekitar jam 18:00 sore menjelang malam dan disambut oleh 2 orang petugas Airy Eco Anggrek Serat. Mereka menanyakan reservasi atas nama siapa, meminta KTP, dan meminta uang deposit sebesar Rp200.000. Gede juga ya depositnya!

Airy Eco Anggrek Serat, BSD
sebenernya bisa check-in/check-out sendiri sih
ini lobby-nya, okelah...
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
gue dapet kamar di lantai 2
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
cakep sih bangunannya
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
rules-nya kalau nginep di Airy Eco
Luas kamar di Airy Eco Anggrek Serat sangat cukup dihuni untuk dua orang. Nggak terlalu sempit dan nggak terlalu luas juga. 

Kasur double bed-nya juga cukup nyaman kok, nggak ada komplain tentang ini lah gue.

Airy Eco Anggrek Serat, BSD
ada TV-nya, tapi no tv-cable ya, iyalah!
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
lemarinya gede banget ini
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
yang ku suka kalau menginap di Airy Rooms, adalah ini....
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
dua bantal biru selalu menunggumu di kasur
Kamar mandi dengan shower, toilet duduk, wastafel, juga oke punya karena aliran airnya menyala deras. Amenities mandi yang ada hanya sabun dan sampo, jadi sikat gigi dan odol bawa sendiri ya guys. 

Oh iya, nggak ada air panas ya di sini, it’s okey mengingat harganya dan ini adalah Eco Rooms.

Airy Eco Anggrek Serat, BSD
ada wastafel, sayangnya airnya mati di wastafelnya
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
isinya sampo + sabun mandi
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
ini juga, selalu terkesima sama kemasan lucunya
Airy Eco Anggrek Serat, BSD
okelah ya, 100rban dapet toilet duduk + shower
Di dalam kamarnya pun seperti kebanyakan kamar Airy, di Airy Eco Anggrek Serat juga terdapat kotak lucu berwarna biru yang berisi minum dan jajanan. Di kasih gini aja udah seneng akutu!


Kesimpulannya
Airy Eco Anggrek Serat sebagai salah satu hotel di Tangerang yang oke banget ditinggali dengan harga 100 ribuan. Cocok buat kamu yang lagi ada proyek, kunjungan kerja, kondangan, atau liburan di BSD. Selamat menginap!

Comments

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…