Skip to main content

Priority Class Argo Parahyangan: Perjalanan Mewah Di Atas Rel Bandung - Jakarta

ka argo parahyangan priority

Ini adalah pertama kalinya gue naik kereta api dari Bandung menuju Jakarta. Nggak usah di-bully please.. Ini juga kali pertama gue naik kereta api kelas PriorityWiii… Harganya berapa Ki? Rasanya kayak apa Ki? Cus baca cerita gue di bawah.

Udah dari lama banget dari dulu pengen naik kereta api dari atau ke Bandung, yang banyak orang bilang katanya cantik pemandangannya. Nah, kebetulan di awal bulan Februari kemarin, ada undangan nikah di Bandung.

Akhirnya gue berangkat naik motor karena sekalian nganter motor itu buat adek kuliah di Bandung dan memutuskan naik kereta api pas akan pulang dari Bandung. Yeayy, kesampaian juga akhirnya naik kereta api Bandung ini! Norak ya norak!

Semakin excited ketika mengetahui kalau kereta api Bandung – Jakarta atau Jakarta – Bandung punya kelas Priority, kelas tertinggi setelah kelas Executive. Sungguh menarik, oke kita coba!

Pertama Kali (juga) ke Stasiun Bandung

stasiun bandung
ih keren ya stasiunnya, bangunannya masih mempertahankan desain zaman dulu. cakep!
Selain pertama kali naik kereta api Bandung, pertama kali naik kelas Priority, pertama kalinya juga gue menginjakkan kaki di Stasiun Bandung.

Gue memilih kereta api Argo Parahyangan Priority yang berangkat sekitar jam setengah 7 pagi dan sampai di Stasiun Gambir jam 10 pagi. Membuat gue setelah solat subuh dari kos adek di Buah Batu, langsung bergegas pergi naik gojek menuju Stasiun Bandung.
interior stasiun bandung
di dalamnya juga terasa banget aura bangunan tuanya, bagus
kipas angin stasiun bandung
ngomong-ngomong ini kipas angin di tengah ukurannya gede banget
Kesan pertama dengan Stasiun Bandung adalah jadul, luas, tua. Sebuah bentuk bangunan stasiun tua yang dipugar dan dipercantik sehingga tetap bisa membuat nyaman setiap penumpang yang akan menggunakan kereta api. Nice!

Harganya Berapa?

kereta api argo parahyangan prirority
ini bentuk luar dari kereta api Argo Parahyangan Priority
kereta api priority bandung
ini merah marun atau cokelat sih? hehe..
Harga tiket kereta api Argo Parahyangan kelas Priority jurusan Bandung – Jakarta sekali jalan adalah Rp290.000.

Terlihat sangat kontras dari kelas Executive Rp150.000 dan kelas Ekonomi yang hanya Rp100.000. Padahal, kelas Executive dan kelas Ekonomi pun sekrang juga sudah sangat nyaman kok.

Tapi buat yang mau coba sekali-kali aja, nggak apa-apa kan, hehe…

Nyamannya Kereta Kelas Priority

kereta api priority bandung jakarta
berangkat di pagi hari menjadi waktu terbaik
Sekitar jam 6 pagi, semua penumpang kereta api Argo Parahyangan, mulai dari kelas Ekonomi, Executive, sampai Priority sudah diperbolehkan naik ke dalam kereta api.

Di dalam satu rangkaian kereta api Argo Parahyangan, hanya ada satu gerbong kereta kelas Priority yang letaknya berada di paling belakang rangkaian. Dalam satu rangkaian kereta kelas Priority kalau nggak salah hitung ada sekitar 20 kursi penumpang. Dikit ya?

Warna dari gerbong kereta Priority Argo Parahyangan ini kontras dengan rangkaian gerbong kereta lainnya. Gerbong kelas Priority ini warnanya merah marun dengan beberapa list dan font Priority berwarna emas. Terlihat mewah dan eksklusif.

interior kereta priority argo parahyangan
ini bukan di dalam pesawat ya? ini kereta api
dinding kayu kursi lapis kulit kereta priority
super mewah, semua dindingnya berlapis kayu dan kursinya berlapis kulit
fasilitas kereta priority argo parahyangan
in-train entertainment yang oke punya
Bentuk dalam dari gerbong kereta api kelas Priority pun tentunya berbeda, nuansa serba berwarna cokelat dan emas langsung menyergap mata ketika pertama kali masuk ke dalamnya. Hadirnya lapisan kayu mendominasi pemandangan di dalam kabin kelas Priority ini karena hampir seluruh bagian dindingnya dilapis kayu.

Nyamannya kereta api kelas Priority juga didukung dengan kursi tebal yang dibalut lapisan kulit berwarna cerah. Kaki pun akan berpijak lembut diatas karpet bermotif cantik di kelas Priority ini. Mantap dah!

lantai karpet kereta priority
kaki-kaki penumpang akan berpijak lembut di karpet bermotif mewah ini
lantai karpet kawisata kereta priority
karpret dan keset khusus pun masih berlanjut sampai pemisah rangkaian gerbong
kursi kereta priority argo parahyangan
ada sandaran kaki, ada bantal, selimut juga ada tinggal minta. kurang nyaman apa coba?
Gue mendapatkan kursi di bagian depan, yang di mana ternyata salah pesan. Gue maunya duduk di baris paling belakang, tetapi karena gue bingung baca denah kursi, ternyata berbalik kalau yang gue pilih adalah paling depan. Hahahah…

Eh tapi ternyata gue mendapatkan pengalaman baru duduk di baris depan kelas Priority ini lho. Ada keuntungan lebih yang nggak didapatkan di baris lain, misalnya yang pertama adalah legroom-nya yang luar biasa luas. Saking luasnya legroom baris depan kelas Priority ini,  gue bisa nyelonjorin kaki full dan gue masih bisa naruh backpack di depan kaki gue. Waw!


legroom kereta priority argo parahyangan
ini kaki selonjoran, masih ada sekitar 20-25 cm lagi sampai ke dinding
Masih ada lagi keuntungan duduk di baris depan kelas Priority ini, yaitu kita bisa melihat tayangan film dari layar TV yang super besar. Walaupun kita akan tetap mendapatkan layar kecil di sini, tetapi menurut gue justru layar kecil itu useless, karena saking jauhnya posisi untuk diakses pakai tangan. Bhay!

tv led kereta priority
layar segede gini di depan muka, mantap!
petunjuk keselamatan kereta api
ada petunjuk keselamatan di salah satu fiturnya
nonton film di kereta priority
filmnya lumayan update dan kualitasnya udah HD
kamar mandi kereta priority argo parahyangan
salah satu sudut di dalam kamar mandinya, ini bukan hotel. 
toilet kereta api kelas priority
LDR ketemu pasangannya, dandan cantik dulu di sini, bisa kok bisa, hehe...
lorong kereta priority
ini lorong mau ke kamar mandi dan kafetaria, maaf blur ya..
kafetaria kereta priority
ini masih pagi, kafetarianya masih berantakan. sebenernya kalau kereta udah jalan, kita bisa ambil camilan atau minuman (kopi, teh) di sini, gratis.
Baru Inget Kalau Ternyata Free Snack!
Nah, pas pertama kali gue sampai di Stasiun Bandung, reflek badan langsung bergerak ke arah swalayan untuk membeli minum, roti, dan bahkan gue beli lontong isi di sini.

Nah, pas gue baru masuk ke dalam kereta, gue baru inget kalau di kereta api Argo Parahyangan kelas Priority ini akan mendapatkan minum dan makanan secara cuma-cuma. Whaaaat….!! Tau gitu kan gue nggak beli makan sama minum lagi!

makanan gratis kereta priority argo parahyangan
kemewahan berlanjut sampai ke kardus makanannya, cakep!


Bener aja, sekitar setengah jam setelah kereta api Argo Parahyangan lepas landas dari Stasiun Bandung dan Stasiun Cimahi, para staf di dalam kereta api kelas Priority membagikan kotak makanan ke setiap penumpangnya.



Sebuah kotak makanan berwarna hitam dengan font Priority berwarna emas yang terlihat mewah. Isinya adalah 2 roti Holland bakery, 1 botol air minum, 2 buah permen, 1 bungkus kacang, 1 buah tisu basah, dan 1 buah tusuk gigi. Lengkap kan?

gratis makan di kereta priority argo parahyangan
isinya banyak ternyata, nice!

Indahnya Perjalanan Menuju Jakarta
Seperti yang dibicarakan banyak orang kalau pemandangan dari kereta api dari dan menuju ke Bandung itu indah. Betul, betul banget.

pemandangan dari kereta bandung jakarta
cakep tenan pemandangannya!
Pemandangan itu akan tersaji setelah kereta api Argo Parahyangan meninggalkan Stasiun Cimahi. Pemandangan mulai terlihat cantik dan bikin mata seger melihatnya. Apalagi karena konturnya berbukit-bukit, membuat pemandangan yang hadir dari dalam kereta api semakin indah.

pemandangan dari kereta api bandung jakarta
hijau sejauh mata memandang, adeeem....
pemandangan dari kereta api dari bandung ke jakarta
karena posisi gerbong kereta Priority berada di paling belakang, pas ada tikungan, kita bisa melihat kepala kereta api dan rangkaian gerbong lainnya di depan. wuaaaaa, bagussss....
pemandangan dari kereta api dari jakarta ke bandung
yang gerbong putih di depan itu kelas ekonomi, gerbong stainless-steel di tengah itu kelas eksekutif
Gue punya tips, tapi mungkin banyak orang yang udah tau kali ya. Nggak apa-apa ya gue kasih tau lagi, hehe… Tipsnya adalah buat yang mau melihat pemandangan dari dalam kereta api Argo Parahyangan, kita bisa duduk di baris sebelah kiri arah laju kereta kalau berangkat dari Bandung menuju Jakarta. Berarti, kalau kita berangkat dari Jakarta menuju Bandung, sebaiknya pilih baris sebelah kanan dari laju kereta. Worth it!

Kesimpulannya
Bagi yang rutin pulang pergi ke Bandung dan uangnya nggak habis-habis, kereta Argo Parahyangan kelas Priority ini memang nyaman dan worth it.

Tetapi, kalau hanya ingin coba-coba kayak gue pas lagi mau main ke Bandung, nggak ada salahnya buat mencoba pengalaman lain naik kereta api yang nggak akan pernah lo lupakan kemudian hari nanti. 

sunrise di stasiun kereta api bandung
Selamat bepergian!

Comments

  1. hi, nice your sharing.. boleh tau nombor seatnya berapa?seat depan itu nombornya mula dari 1 ya? thanks

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…