Skip to main content

Warung Kopi Badhek, Borobudur: Top Of The List Tempat Makan Enak versi Ikutilangkahkaki!

warung kopi badhek

Nggak punya ekspektasi apapun ketika akan pergi ke Warung Kopi Badhek Borobudur, bahkan gue sempat berpikir kalau tempatnya biasa aja. Tetapi ternyata gue salah besar, sorry. Warung Kopi Badhek Borobudur malah kini menjadi top of the list tempat makan enak dan asyik yang pernah gue datangi.

Kenapa begitu? Iya, karena Warung Kopi Badhek Borobudur punya tiga unsur yang gue suka. Pertama, suasananya njawani. Kedua, makanannya enak. Ketiga, muterin musik jazz. Perfect combo kan! 

Gue bahas per poin yang gue suka aja ya biar agak beda ni review-nya:

Suasananya Njawani

Lokasi Warung Kopi Badhek Borobudur berada di dekat pagar pembatas kawasan Candi Borobudur, jadi kalau mau nyari tempatnya, ikutin dan telusuri aja pagar pembatas kawasan Candi Borobudur yang berwarna hijau. Hehe…

Warung Kopi Badhek Borobudur bukan berada di sebuah area dengan hiruk pikuk banyak café, restoran, atau tempat makan lainnya. Kalau bisa dibilang, Warung Kopi Badhek Borobudur ngumpet tempatnya. Tapi, justru karena ngumpet itu, Warung Kopi Badhek Borobudur punya nilai lebih buat gue.

warung kopi badhek borobudur
sugeng rawuh mas'e, mbak'e...
warung kopi badhek borobudur
kalau nggak mau di luar, di dalem juga menyenangkan
warung kopi badhek borobudur
pelengkap nuansa yang njawani
warung kopi badhek borobudur
sepeda onthel menjadi salah satu pajangannya
warung kopi badhek borobudur
kalau ini bukan pajangan ya, haha... 
Beralamat di Dusun Sabrangrowo, Magelang, Warung Kopi Badhek Borobudur yang buka dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam ini punya nuansa khas yang njawani. Mulai dari bentuk bangunannya, kursinya, mejanya, bale-balenya, semuanya khas Jawa dan suasananya pun kayak rumah mbah.

Ada beberapa bale-bale yang bisa dipilih buat kita duduk di sini, bahkan di area belakang ada bale-bale yang berada persis di sebelah area sawah. Walaupun siang hari, terik matahari akan terhalang dengan banyaknya pepohonan rindang di sini. Adeeeemm!!

warung kopi badhek magelang
area luar lesehan di bawah pohon bambu
warung kopi badhek magelang
ini yang di pinggir sawah...
warung kopi badhek magelang
andong berjalan dari kejauhan
Makanannya Enak
Nggak perlu ragu buat nulis review makanan milik Warung Kopi Badhek Borobudur yang gue coba waktu itu, list-nya ada di paling bawah ya. Gue review yang paling berkesan aja di lidah gue. 

Pertama, datang dari si Nasi Megono dan si sayurnya yang bikin gue jatuh cinta sama tempat ini. Rasa gurih dari parutan kelapa dan campuran lain di nasinya yang bikin gue senyum-senyum sendiri. Apalagi, ketika bertemu dengan sayurnya itu lho. 

menu warung kopi badhek di borobudur
duh ini enak banget suer deh!
Kedua, Warung Kopi Badhek Borobudur punya menu Mangut Iwak Kali yang rasanya duh duh duh… kuah mangutnya itu lho… sluuurppp… seger banget, sesekali muncul sensasi rasa pedasnya. Ambil wadernya, sendokin nasinya, makan. Nyaaam, enaaak…!! The best!

menu warung kopi badhek di borobudur
mangut iwak kali yang rasanya bikin senyum-senyum
Ketiga, justru gue terkesan dengan lalapannya Warung Kopi Badhek Borobudur yang seger-seger banget. Ketika sebuah tempat makan bisa menyajikan lalapan yang segar, berarti bisa gue pastikan rata-rata makanannya pasti enak. 

menu warung kopi badhek di borobudur
ikan nila bumbu rica yang suegeer..
menu warung kopi badhek di borobudur
liat deh lalapannya.... seger-seger bangeeet
menu warung kopi badhek di borobudur
murah meriah kaaan
menu warung kopi badhek di borobudur
banyak pilihan minumannya
all you can eat warung badhek
ini menu all you can eat-nya, yang ini krecek
all you can eat warung badhek
sayur kubis triwis? lupa-lupa inget nih tapi wueenak pol!
all you can eat warung badhek
sayur nangka
all you can eat warung badhek
teh poci gula batu juga ada di sini 
warung badhek borobudur
kalau ini kesukaan aing!
warung badhek borobudur
pisang gorengnya juga manteb!
Muterin Musik Jazz
Udah tempatnya nyaman, suasananya njawani, makanannya enak, dan pelengkap terakhir dari poin yang gue suka dari Warung Kopi Badhek Borobudur adalah selera musik pemiliknya buaguuss!!

Tepatnya sih bukan musik jazz murni yang gue denger ketika datang ke Warung Kopi Badhek Borobudur, tapi bossanova. Bossanova adalah perpaduan tembang keroncong dan alunan musik jazz. Dengernya tu, syahduuu banget! Nice!

Kesimpulannya, seperti yang gue bilang di awal, kalau Warung Kopi Badhek Borobudur masuk ke dalam top of the list tempat makan enak yang recommended untuk didatangi dan dicoba makanannya. Selamat makan!

Nila Sambal Rica        : Rp12.500 (8/10)
Mangut Iwak Kali       : Rp12.500 (9/10)
Ati Ampela Ayam       : Rp12.500 (7.5/10)
Wader Kosek + Lalap: Rp16.500 (7.5/10)
Nasi Megono + Sayur : Rp7.500 (9.5/10)
Pisang Goreng(isi 2)   : Rp5.000 (8/10)
Es Tape Badhek          : Rp7.500 (8/10)
Teh Poci Gula Batu     : Rp7.500 (7.5/10)

Comments

  1. Wahhh ngeliatnya jadi laper nih.... Nuansa tempatnya juga seru dan adem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... pas di sana makin laper dan pengen makan semua malah.

      Delete
  2. rencananya kalo jadi ikutan lampion fest yang waktu waisak itu sekalian mampir kesini deh besoknya! hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah seru nih, saya juga pernah ikutan acara waisak. Worth it to try mba!

      Delete

Post a comment

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…