Skip to main content

[FLASHBACK] Nusa Penida Ku Rindu, Nusa Penida yang Menjadi Candu

nusa penida naik fast boat

Nusa Penida, sebuah pulau eksotis yang termasuk dalam gugusan bali 3 nusa ini semakin hits dan semakin ramai didatangi oleh para wisatawan. Hebatnya, wisata di Nusa Penida mampu berkembang dengan sangat cepat, karena gue inget banget dulu di tahun 2016 ke Nusa Penida masih lumayan sepi. 

Tapi sekarang? Semua yang ke Bali pasti pengen ke Nusa Penida, apalagi fast boat Nusa Penida udah nyaman banget sekarang dan tiketnya gampang dibeli. 

Nusa Penida sendiri berdampingan dengan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, ketiganya sering disebut dengan gugusan 3 nusa. Tapi Nusa Penida lah yang mempunyai wilayah daratan yang paling luas dan tentunya yang paling banyak juga spot wisata yang bisa lo datangi. 

Beneran banyak banget, bahkan saran gue minimal 2 hari 1 malem di sini seperti yang gue lakukan, itu pun masih kurang lama untuk menjelajahi semua wisata di Nusa Penida. Mungkin 3 hari 2 malam kali ya, lo bakal bisa mendatangi semua spot wisata yang ada di Nusa Penida ini, bahkan lo bisa snorkeling buat lihat Pari Manta di sini. 

Tapi kalau lo memang hanya punya waktu satu hari aja, juga nggak masalah kok. Ada wisata yang worth it dan wajib di datangi walaupun hanya datang pagi pulang sore.


Banyak yang Tanya, Gimana Caranya ke Nusa Penida
Entah kenapa masih banyak banget yang bingung pergi ke Nusa Penida. Padahal naik fast boat sebagai cara tercepat dan paling nyaman menuju ke salah satu gugusan 3 nusa ini. Nggak perlu susah payah memesan tiket fast boat Nusa Penida, apalagi sekarang bisa beli tiket fast boat paling murah di online.

fast boat nusa penida
fast boat Nusa Penida
Pengalaman gue, beli tiket fast boat Nusa Penida harus antre di loket tiket di Pantai Sanur. Kalau lagi banyak wisatawan yang mau pergi ke Nusa Penida, antrean tiketnya bisa panjang banget cui.

fast boat nusa penida
beli tiket online, nggak perlu antre!
Tapi tenang, sekarang apa-apa udah serba enak, serba online, serba simpel, dan serba cepet. Lo nggak perlu lagi susah payah gerek-gerek koper ke loket, ribet, panas, antre panjang buat beli tiket boat Nusa Penida, karena sekarang lo bisa beli tiket fast boat online. Tinggal hubungi aja penyedia tiket fast boat Nusa Penida online, bayar, dapet tiketnya, tinggal berangkat. Semudah itu? 

Banyak Banget yang Dilihat Di Nusa Penida
Paling enak ketika itinerary yang lo susun bisa didatangi semua dan tentunya efisien. Efisien di sini maksudnya adalah nggak bolak-balik karena buat jadwal sembarangan. 

Ini gue jelasin pembagian spot wisata berdasarkan wilayahnya deh biar lo gampang buat itinerary pas ke Nusa Penida. Jadi, lo bisa gampang ngatur per harinya, apalagi ini bisa jadi patokan akurat karena lo bakal menginap di daerah tengah, yaitu dekat pelabuhan di mana fast boat Nusa Penida berlabuh.

peta jalan di nusa penida
yang gue tandain jingga, biru, ijo itu jalan raya di Nusa Penida
Daerah Timur Nusa Penida: Pantai Atuh, Pulau Seribu, Rumah Pohon Batu Molenteng, Bukit Teletubbies, Pantai Suwehan, Goa Giri Putri, Air Terjun Guyangan, dan Air Terjun Seganing.

Daerah Barat gugusan bali 3 nusa Nusa Penida: Mata Air Tembeling (Water Spring), Banah Cliff, Pantai Kelingking, Pura Paluang (Pura Mobil), Pantai Pasih Uug (Broken Beach), Angel’s Billabong, dan Pantai Crystal Bay. 

Seperti yang gue bilang di awal, kalau hanya punya waktu sehari aja nggak masalah kok. Ada spot yang wajib lo datangi di Nusa Penida sebagai pulau terluas di gugusan bali 3 nusa, apalagi aksesnya nggak susah. Spot wisata di Nusa Penida yang wajib lo datangi itu adalah Pantai Kelingking, Broken Beach, Angel’s Billabong, dan Crystal Beach.

pantai kelingking nusa penida
pantai kelingking yang jadi ikon Nusa Penida
angel's billabong nusa penida
yang nggak mau nyebur, duduk santai di sini juga menyenangkan
beneran indah banget

Foto-foto di Pantai Kelingking dengan bentuknya unik, bersantai melihat indahnya tebing bolong di Broken Beach, berenang di Angel’s Billabong yang dasarnya cakep banget, dan bersantai menjelang sore hari di Crystal Beach.

Keliling Nusa Penida Paling Asyik Pakai Motor
Saran gue ketika sampai di Nusa Penida, sebaiknya jangan pake mobil. Itu saran gue lho ya, pilihan kalian mah bebas. Waktu itu gue sewa motor di Nusa Penida gampang banget kok, suer dah! Apalagi pesennya online, lo nggak perlu lagi nyari-nyari di pelabuhan atau susah payah tawar menawar di sana. Tinggal isi data diri online, di hari H di anter motornya di pelabuhan, bayar, pakai deh. Gampang kan?

Eh iya, jangan kaget kalau ketika lo naik motor di Nusa Penida bakal liat banyak orang yang nggak pakai helm. Gue ngobrol sama warga setempat kalau di sini memang ada kantor polisi, tapi polisi tugasnya bukan nilangin orang yang nggak pakai helm, jadi ya warganya ya santuy aja.

rental motor mudah di nusa penida
nyaman banget deh naik motor di Nusa Penida
Gue jelasin nih asyiknya naik motor di Nusa Penida. Di sisi timur Nusa Penida sebagai gugusan bali 3 nusa ini, kita bakal melewati pinggir pantai yang udaranya semilir banget dengan pemandangannya luar biasa indah. Sedangkan di sisi barat Nusa Penida, kita bakal naik turun bukit yang juga nggak kalah asyik berkendara naik motor di sini.

Kalau motornya kehabisan bensin gimana? Tenang, di Nusa Penida banyak banget penjual bensin eceran yang bisa didatangi ketika bensin habis. Tapi kalau mau isi full tank dulu nggak masalah, karena ada satu pom bensin besar punya perta*ina lho di sini, jadi ya don’t worry keliling Nusa Penida naik motor. 

Selamat liburan!

Comments

Popular posts from this blog

Buat Yang Mau Backpackeran ke Malaysia, Ini Kartu SIM Terbaiknya!

Sebelum pergi ke Malaysia gue berpatokan dengan banyak blog yang menyarankan buat pilih SIM Card dari provider Digi, yang identik dengan warna kuning dan (katanya) jadi provider telekomunikasi paling besar di Malaysia.
Patokan harga untuk membeli kartu SIM pun berasal dari blog-blog tersebut, yang membuat gue harus menyiapkan uang 30 MYR untuk membeli SIM Card di bandara. Emang bener sih, pas turun dari pesawat dan menuju terminal kedatangan di sana ada 2 booth provider SIM Malaysia yang letaknya bersebelahan.
Satu booth berwarna kuning dari operator Digi yang saat itu ramai banget antriannya dan satu lagi booth serba merah dari operator Hotlink yang sepi nggak ada pembelinya. Gue nggak langsung memutuskan untuk membeli kartu Digi begitu aja, karena gue lihat  kartu Digi untuk kuota 3 GB dijual seharga 35 MYR, sedangkan Hotlink dengan kuota yang sama hanya 30 MYR.
Yaudah, awalnya sih gue mikir membeli harga termurah aja, tapi ternyata keuntungan yang gue dapatkan dari kartu Holtlink ini …

Bekasi – Bandung, 157 km Ditempuh Pakai Motor Sendirian. Ngapain?

Memutuskan pergi ke Bandung pakai motor bukan menjadi hal yang sulit. Tetapi, ketika gue bercerita kepada sejumlah teman, tidak jarang banyak yang kaget karena gue pergi seorang diri bukan konvoi. Apa iya, konvoi beratus-ratus kilometer, banyak dari kalian yang sudah pernah melakukannya. Tetapi, apa iya belum pernah pergi beratus-ratus kilometer sendirian pakai motor?
Buat gue hal ini sudah biasa karena sebelumnya juga pernah melakukannya. Gue pernah pergi rutin setiap 3-6 bulan sekali dari Kota Jogja menuju Kota Purwodadi yang jaraknya sekitar 140-150 km. Pakai motor? Oh ya, jelas. Sendiri? Iya. 

Nggak hanya itu, waktu traveling sendiri di Lombok, gue juga berkeliling sendiri pakai motor, menyusuri jalan raya dari bagian utara Pulau Lombok sampai ke ujung selatannya. Semua baik-baik saja dan terasa menyenangkan.
Semua Serba Pas dan Kebetulan Nah di hari Sabtu tanggal 2 Februari kemarin, gue memutuskan pergi ke Bandung pakai motor karena ada beberapa hal yang pas dan kebetulan. Awalnya in…

Hari Kedua Menuju PENANG: Paniiik...Paniiik...!! Takuuut....Takuuut....!! Bleneeek...Bleneeek...!!

Hari Kedua, 20 April 2017
Gue bangun sekitar jam setengah 7 pagi, gegoleran sebentar, mengumpulkan nyawa, dan mandi. Pas keluar kamar lihat dari jendela, loh kok...loh kok...? Muasiiiih gelap bangeeet langitnya (bingung), mending gelapnya langit itu ada samar-samar warna birunya, tapi ini nggak beneran masih hitam pekat seperti masih jam 2 malam. Kyaaaa…. Aneh ya, (norak lu ki! gimana mau ke Eropa). Tapi nggak biasa eh, bahkan sampai jam 7 gue habis mandi pun masih gelap dan baru ada cahaya di langit itu sekitar jam setengah 8 (what!).
Iya jam setengah 8, di mana gue ribet sendiri mau check-out dari penginapan. Lah kenapa? Iya, ternyata receptionist-nya nggak 24 jam, jadi ruangannya masih gelap dan gue “tang-ting-tung-tang-ting-tung” pakai lonceng yang ada mejanya nggak ada yang merespon sama sekali. Mikir bingung sendiri (nggak mungkin gue tunggu sampai siang) dan memutuskan menggantung kunci di pintu kamarnya aja. Naik lagi ke lantai 2, turun lagi ke lantai dasar buat keluar, tapi ter…